ELISTON FRANSISKUS NADEAK

Rabu, 31 Maret 2010

Tujuan Akuntansi Keuangan

Pertanggungjawaban 

Konsep pertanggungjawaban (stewardship) telah mendominasi laporan keuangan selama bertahun-tahun. Dipandang dari perspektif ini, manajer merupakan penanggung jawab atas penjagaan aktiva, peningkatan kekayaan ekuitas investor dan perlindungan trhadap kreditor. Stewardship merupakan konsep masa lalu, yang menggunakan neraca dan laporan laba rugi dengan tujuan mengevaluasi sejauh mana efektivitas manajer sebagai penanggung jawab modal yang telah di investasikan. Meskipun stewardship tetap menjadi dimensi penting dalam dalam akuntasi keuangan terutama terkait dengan perjanjian seperti penentuan bonus manajer serta penyisihan atas perjanjian utang, tingkat kepentingannya telah berkurang.

Informasi Untuk Pengambilan Keputusan 

Perubahan dalam akuntansi menjadi perspektif informasi (information perspective) praktis menekankan informasi yang relevan untuk keputusan usaha dan lebih menekankan standar akuntansi sebagi alat prediksi dan kegunaannya dalam pengambilan keputusan dibandingkan dengan alat pengukur tanggung jawab dan kinerja. Ide untuk menyajikan informasi pada pemakai dan membiarkan pemakai menilai dampaknya telah mengubah penetapan standar dari pengukuran dampak transaksi pada laporan keuangan (pengukuran) menjadi pelaporan informasi yang berguna pada catatan atas laporan keuangan (pengungkapan). Perspektif informasi memiliki implikasi utama terhadap analisis keuangan. Pertama, penekanan pada keputusan investasi meningkatkan kegunaan laporan keuangan untuk analisis keuangan. Kedua, perubahan dan pengukuran menjadi pengungkapan meningkatkan baik kebutuhan maupun cakupan keahlian analisis akuntansi bagi para pemakai laporan keuangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar